SENJA DI LAUT

Surat cinta untuk Starla merupakan salah satu karya terbaik yang diciptakan oleh Virgoun. Lagu yang dinyanyikan oleh mantan..

No Korea, No Life!!!

“Awalnya sih karena nonton drama korea Best Before Flower (BBF) sampai habis makanya jadi tertarik dan suka dengan Korea,”

ORIGAMI HATI

Boy Candra, salah satu novelis Indonesia yang terkenal dengan cerita romansanya. Origami Hati adalah satu dari sekian karyanya

Bercadar Bukanlah Diskriminasi

Ketika ada orang-orang beranggapan bahwa wanita bercadar adalah bentuk diskriminasi atau itu bentuk ketidakadilan bagi wanita

Man Upon The Hill

Star And Rabbit merupakan grup musik indi yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Lagunya yang berjudul Man Upon The Hill

Kamis, 04 April 2019

ManTellnews TEAM


Struktural Anggota

Pimpinan Umum              : Nur Devitriana
Pimpinan Redaksi            : Dea Rezki Gerastri
Pimpinan Perusahaan    : Asri Yowinda
Redaktur Pelaksana        : Dody Putra S
Wartawan                           : Amita Raharjo, Irna Yolanda, M. Syafii Ajiz, Rika, Vilnadevia Simbolon

Preem Thai


Berlokasi di Jalan Lobak, Delima, Pekanbaru. Preem Thai memberikan bermacam varian Thai Tea yang luar biasa enak.
Thai Tea Greentea!! Minuman sperti kehidupan kita, ada manis dan pahit!! Greentea tidak pernah membohongi rasanya, begitu juga kita seharusnya. Minuman dengan dua sensai sekaligus yang sangat cocok buat kita.

Acind Chicken Hadirkan Cita Rasa dengan Kualitas Terbaik



Pasar makanan saat ini telah menjamur di kalangan masyarakat. Terlebih makanan berbahan dasar ayam. Pasar makanan berbahan dasar ayam di Indonesia telah didominasi oleh perusahaan makanan cepat saji asing yang lebih menjadi sorotan kebutuhan pasar. Namun pengusaha-pengusaha muda Indonesia tidak kehilangan inovasinya untuk menghasilkan produk-produk makanan terbaru meski dengan berbahan dasar yang sama.
Dua Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Riau, Asri Yowinda dan Shindy Jafriyanti telah menghadirkan suatu produk makanan dengan cita rasa dan kualitas terbaik yaitu “Acind Chicken”. Acind Chicken adalah produk makana berbahan dasar ayam dengan berbagai menu, antara lain: Chicken Souce, Chicken Wings Souce dan Kulit Krispi. Produk makanan ini dibandrol dengan harga yang disesuaikan dengan kantong mahasiswa yaitu Rp.10.000/porsi.
            Acind Chicken sangat cocok dikonsumsi baik sebagai cemilan maupun lauk makan. Diolah dengan ayam segar dan souce yang diolah dengan resep sendiri. Acind Chicken juga memberikan promo menarik yaitu gratis ongkir untuk daerah tertentu. Agar maksimal dalam menikmati rasanya, Acind Chicken baik dikonsumsi dalam keadaan hangat. (Asri)


Surga yang tak dirindukan 2 : Akhir yang memilukan



Film “surga yang tak dirindukan 2” merupakan kisah yang diangkat dari novel karangan asma nadia.  Film yang di sutradarai oleh Hanung Bramantyo. MD pictures tak main-main dalam membuat film ini, rumah produksi yang dipimpin oleh Manoj Punjabi begitu total dalam menggarap film yang di sutradarai oleh rekanya ini, selain menghadirkan kisah yang dramatis, MD Pictures juga menawarkan banyak hal baru dalam film ini. Hanung Bramatyo berhasil membawa film ini menjadi film unggulan di festival film Indonesia, kategori pencipta lagu tema terbaik, pengahargaan citra yang diterima oleh melly goeslow.
Masih di bintangi oleh pemain lamanya, surga yang tak dirindukan melanjutkan kisah arini (laudya cintia bella) dan pras (fedy nuril). Dikisahkan setelah kepergian meirose (raline shah), arini dan pras hidup bahagia dengan putrid semata wayangnya nadia (sandrina). Karir arini semakin melonjak sebagai penulis, tak hanya di kenal di Indonesia, nama arini pun juga terkenal di luar negri. Suatu ketika arini mengajak nadia dan manajernya (nora Danish) untuk memenuhi undangan di Budapest, hungaria. Siapa sangka dikota itulah kisah percintaan segitiga arini, pras dan meirose dimulai. Tak sengaja arini bertemu dengan meirose, meirose yang di temani oleh putranya akbar, nadia anak nya arini senang tak terbendung karena dapat bertemu kembali dengan akbar.
Perasaan canggung pun mulai terasa oleh arini dan meirose, bagaimana tidak mereka berdua sempat menjadi istri tua dan istri muda walaupun akhirnya meirose memilih untuk pergi dari kehidupan pras dan arini. Setelah memilih pergi meirose pun berhasil move on dan pindah ke Budapest, hungaria dan menata kembali hidupnya, kini meirose memiliki seorang kekasih yang bernama Syarif (reza rahadian) yang merupakan seorang dokter. Meirose pun berniat menceraikan pras, namun niat tersebut terhalang karena perasaanya yang tidak dapat dibohongi, apalagi arini setuju kalau meirose hadir di tengah keluarga mereka kembali.
Pada suatu ketika arini mengajak meirose bermain kerumah nya, dan berkumpulah mereka di rumah arini, perasaan canggung mulai muncul kembali saat mereka sedang berada di meja makan, pras hanya terdiam dan kaget melihat kedatangan meirose. Cinta meirose pun kembali bersemi saat melihat pras (fedy nuril)
Dan akhirnya inilah moment yang paling memilukan dalam film surga yang tak di rindukan ini, arini mengidap penyakit kanker stadium akhir, arini sadar bahwa umur nya tak lama lagi, arini berpesan kepada pras untuk menikahlah kembali dengan meirose demi anak mereka, namun pras bersikeras untuk tidak menerima permintaan istrnya yang amat ia sayangi itu. Berkali-kali arini membujuk pras dan meirose untuk bersatu kembali demi nadia dan demi dia. Dalam film ini Hanung Bramantyo kerap mendapat komentar bahwa film surga yang tak dirindukan ini ajarkan pria berpoligami. Film yang dibintangi beberapa pemain berbakat ini dianggapnya sebuah film yang wajar dan sering terjadi di masyarkat khususnya di Indonesia, dengan tudingan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan film ini.
Dalam suatu keadaan Meirose bimbang karena meirose telah dilamar oleh kekasih nya yaitu dokter Syarif, pertanyaan pun muncul siapakah pria yang akan dipilih oleh meirose, Pras atau Dokter syarif? Pertanyaan ini akan di jawab diakhir cerita.
Hari ke hari keadaan Arini kian memburuk, Arini tetap mengingatkan sang suami untuk menerima permintaan nya, dengan selang infus dimana-mana, selang oksigen dan suntikan obat yang selalu masuk ke dalam tubuh arini, Saat hembusan nafas terakhir, Arini bertanya kembali dengan suara yang sangat lemah dan bertanya untuk terakhir kalinya dengan meirose, dimana pada saat itu Arini ditemani oleh suaminya yaita pras dan anak nya nadia, terlihat dari jendela kamar rumah sakit manajer dan teman  nya juga menemani Arini saat sedang masa kritis. “Apakah kamu mau menggantikan aku sebagai ibu nadia dan sebagai istri mas pras, aku mohon ini demi aku dan nadia?” begitulah kira-kira pertanyaan singkat terakhir kali nya yang arini lontarkan, dengan tangan yang digenggam oleh pras, arini dan meirose, dengan tangisan yang semakin menyeruak, penonton juga ikut merasakan kepedihan yang dirasakan arini, dimana saat sedang sakit parah stadium akhir arini masih mampu membagi cintanya (suami dan anak) kepada orang lain, perempuan mana  yang tidak pilu melihatnya, pada moment inilah emosi penonton dibuat bergejolak, bagaimana tidak laki-laki yang bernama pras mampu mencuri dua hati perempuan yang sangat cantik, banyak berita miring mengenai film ini karena mengajarkan pria untuk berpoligami, tentu saja tidak ada perempuan manapun yang mau di madu.
Akhir cerita meirose setuju untuk mengurus nadia dan pras, meirose lebih memilih pras dari pada dokter syarif kekasih yang telah melamarnya itu, Arini meninggal saat sholat subuh berjamaah di sebuah rumah sakit, dengan selang infuse dan selang oksigen, dan emosi penonton dibuat bergejolak kembali saat nadia melepas kepergian ibunya untuk selamanya. Saat moment pernikahan Pras dan Meirose dari kejauahan pras melihat sesosok perempuan yang sangat cantik di kursi tamu undangan pernikahan, tak lain dan tak bukan adalah itu bayangan arini istri pras yang turun dari surga untuk melihat moment bahagia mereka yaitu Pras dan Meirose.
Surga yang tak dirindukan mampu memberikan tontonan yang patut disaksikan oleh semua kalangan, meski dibalut drama pilu berkepanjangan, namun film ini mampu memberikan tontonan yang penuh dengan pesan moral, dan yang pasti filmnya menawarkan ending yang mengejutkan di akhir cerita. (Rhj)

Akbar Islami : Organisasi YES, Akademis YES!!!!



Aktivis kampus dianggap sebagai sosok yang hanya peduli akan kehidupan organisasi. Kadang cenderung mengabaikan bidang akademis yang seharusnya lebih penting, sehingga mengakibatkan nilai kuliah yang tidak memuaskan. Namun, tidak bagi Akbar Islami, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki nilai akademis yang luar biasa.
Lelaki berumur 22 tahun ini sekarang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Riau (UNRI). Mengawali perjalanan berorganisasi sejak di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) mahasiswa yang akrab dipanggil Abe ini telah diamanahkan menjadi ketua OSIS. Hal ini berlanjut hingga di perkuliahan. Sebelum menjabat sebagai gubernur mahasiswa (Gubma) Ia pernah diamanahkan menjadi Sultan di sanggar tari Titah Negeri FISIP UNRI.
Semoga lelah ini menjadi lillah menjadi motivasinya selama ini. Ia mencoba membagi waktu antara organisasi dan akademis. Abe juga aktif mengikuti lomba bahkan tidak jarang memenangkan lomba tersebut. Semua dilakukan dengan menyusun rangkaian kegiatan dan membagi waktu yang seimbang.
Mahasiswa yang berkesempatan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan di Lampung ini mampu menunjukan bahwa organisasi utama, tapi kuliah nomor satu! dapat diterapkan dengan baik. Abe menjadi salah satu contoh yang perlu diapresiasikan dan berhak menjadi panutan. (Dody)

Ahmad Oki: Sang Cerpenis





“Menulislah jika ingin dikenang. Jika nanti, aku telah tiada lalu kau rindu temui aku ditulisan-tulisanku,” kalimat ini yang menjadi motivasi Ahmad Oki untuk berkarya. Ia memulai karyanya, dengan mengikuti lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (FISIP UNRI). Oki meraih juara pertama sebagai apresiasi terhadap karyanya.
Oki mengaku minat menulis telah ada sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.  Berkat kelihaiannya, Ia sering diminta untuk membuat cerpen oleh teman-temannya. Karyanya itu dibayar dengan harga sepuluh ribu rupiah per cerita. Karyanya pernah meraih peringkat satu tingkat kabupaten Rokan Hilir dan dimuat di Pos Metro Rohil selama seminggu.
“Tulisan tidak hanya mentok pada predikat, namun apakah tulisan kita disukai oleh pembaca dan pesan-pesan itu sampai di kepala mereka, dan mampu memotivasi mereka untuk lebih mempercayai dirinya sendiri. Bahwa mereka punya potensi yang berbeda dibandingkan orang lain. Yang terpenting adalah kemauan keras untuk berkarya,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional itu, saat ditemui di kediamannya pada Minggu (24/03).
Kesibukan perkuliahan dan aktivitas di luar kampus tidak membuatnya absen untuk terus menulis cerpen. Pendiri komunitas “Ayo Gerakkan jari” ini tidak suka dengan hal-hal yang membuatnya berhenti berpikir. Baginya, seorang penulis harus selalu mendapatkan inspirasi dari setiap momen.
“Saya masih percaya dengan pepatah, ketika kita dihina jangan tumbang, dan jikapun kita mendapatkan pujian, janganlah mengepakkan sayap dan terbang tinnggi terus lupa pulang. Lambat laun mereka akan mengerti bahwa salah satu faktor keksuksesan kita adalah seberapa besar kita menghargai karya orang lain,” jelas Oki menanggapi orang-orang yang selalu meremehkan karyanya.
Kegiatan positif Oki perlu untuk diapresiasi. Yang ia lakukan bukan saja membanggakan namun turut memberikan motivasi bagi banyak orang. (Safi’i)

Mahasiswa VS Mahasiswi, Siapa Lebih Unggul?


Belajar di kelas sebagai formalitas, mahasiswa juga dituntut mendapatkan pengalaman lebih dari berorganisasi. Menjadi mahasiswa memang harus mandiri. Dibutuhkan usaha lebih untuk pencapaian yang maksimal. Persaingan tidak dapat dihindari. Setiap mahasiswa memiliki kelebihan masing-masing. Meskipun demikian, terlihat perbedaan antara mahasiswa dan mahasiswi dalam proses belajar mengajar.
“Kita, sebagai Dosen ya pasti memberi kesempatan yang sama pada semua mahasiswa, tidak ada pilih kasih sama mahasiswa laki-laki yang harus jadi komting kelas, atau mahasiswi perempuan, tidak seperti itu. Apa yang kita beri ya kita beri sama rata, tidak ada tidak berimbang atau berat sebelah untuk mahasiswa laki-laki atau mahasiswi perempuan. Semua punya kesempatan yang sama,” jelas Yasir selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Riau saat di jumpai di ruangan, Jumat (21/03).
Mahasiswi perempuan lebih berprestai di banding Mahasiswa laki-laki hanyalah streotip yang berkembang di kalangan mahasiswa saja. Tidak salah, hal ini dinilai karena perempuan lebih aktif di kelas. Pada kegiatan luar kuliah, perempuan juga tidak kalah dibandingkan laki-laki dalam pencapaiannya.
“Yaa mungkin juga ini karna jumlah mahasiswi perempuan yang lebih banyak daripada mahasiswa laki-laki, sehingga persaingan tidak seimbang. Selain itu juga, adanya teknologi seperti gadget, internet, sosial media yang sedikit banyaknya tentu itu mempengaruhi semangat belajar mahasiswa. Yang pasti kita sebagai dosen yang mengajar selalu berusaha membimbing dan mengarahkan dengan memberi porsi yang sama dan tidak berat sebelah kepada mahasiswa ataupun mahasiswi. Yaa yang mau dapat, ya belajar. Yang mau tau lebih ya baca, jadi siapa yang tau siapa bisa kita beri kesempatan,” papar Nurjannah menanggapi stereotip ini. (Yana)

SEO 2019 MENYINARI DUNIA DENGAN SEMANGAT


Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Riau (UNRI) mengadakan olimpiade se-Sumatera bertajuk Sumatera English Olympiad (SEO) 2019. Diadakan sejak (23-30/3) dengan mengangkat tema Light The World With Youth Energy, agenda tahunan yang telah depan kali terlaksana ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik.
Kegiatan yang diusung meliputi lomba debat, TOEFL, fotografi, foto kontes, ranking 1, scrabble, kuis, story telling, pidato, english smart, spelling B, mading 3D dan picture guessing. Tak hanya itu, panitia turut menghadirkan acara menarik lainnya seperti lomba akustik, western cosplay, dan kontes menyanyi solo.
“Kami sengaja mengangkat tema ini maksudnya menyinari dunia dengan semangat kaula muda, karena ingin menghadirkan sesuatu yang anak muda banget lah kira-kira,” jelas Mahrobi Irwan selaku ketua Pelaksana SEO 2019 saat ditemui di FKIP, Kamis (28/3).
Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Dekan 1, 2 dan 3 FKIP Universitas Riau, lalu Kepala Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dosen-dosen dan para peserta lomba. Agenda yang berlangsung di lingkungan FKIP Pendidikan Bahasa Inggris ini diikuti oleh sekitar 1.200 peserta dari berbagai wilayah se-Sumatera.
Dengan terlaksananya acara ini, Robi berharap para peserta mendapatkan wadah untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris mereka. “Semoga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Dengan terlaksananya acara ini semakin memberikan motivasi dan semangat bagi kaum muda, agar terus berkreasi terutama di ranah bahasa inggris, karena akan berguna di masa yang akan datang.” (Safi’i)

HOAX: Game PUBG Haram




Maraknya pemberitaan terkait game Player Uknown’s Battle Grounds (PUBG) yang membuat para penggermarnya waswas. Telah beredar berita dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akan memblokir game PUBG. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa haram karena dianggap menjadi inspirasi penembakan brutal di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru.
Kabar palsu tersebut beredar dengan dilengkapi foto sebuah portal berita yang berjudulnya, Kominfo Resmi Blokir Game PUBG dari Indonesia pada tanggal 30 Maret 2019 serta MUI Kaji Fatwa Haram. Hasil penelusuran Jawa Pos, pembuat hoax tentang PUBG telah merekayasa berita dari situs tirto.id. Tampilan berita dengan judul rekayasa disebarkan melalui media sosial. Versi aslinya, berita yang terbit pada 23 Maret 2019 itu berjudul MUI Kaji Fatwa Haram Game PUBG, Perlukah?
Dalam pemberitaannya, tirto.id menjelaskan bahwa MUI masih berada pada tahap mengkaji pelarangan permainan PUBG. Pertimbangannya, permainan itu dinilai menimbulkan mudarat. Wakil sekretaris jenderal MUI, Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan tim pengkajian sedang mengumpulkan informasi terkait permainan tersebut.
“Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku teroris, pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu,” kata Zaitun pada Jumat 22 Maret 2019.
Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, diskusi itu dilakukan bersama MUI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA). Mereka tidak hanya membahas PUBG, tetapi game online lainnya juga ikut menjadi perbincangan.
Meskipun permainan ini membawa mudharat, MUI tidak dapat serta-merta mengeluarkan fatwa haram. Masih perlu pengkajian yang mendalam mengenai hal ini. (Ola) Sumber dikutip dari Jawapos.com



Mengenal dengan Kunjungan


Kamis (21/03) sejumlah mahasiwa jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik Universitas Riau (UNRI) angkatan 2016 melakukan kunjungan ke Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kegiatan ini di dampingi oleh dua orang dosen pembimbing, Chelsy Yesicha dan Ismadianto.
Mahasiswa tiba pada siang hari dan langsung diarahkan menuju studio dua. Kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah diskusi, penjelasan teknis, dan foto bersama. Mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses talkshow program Riau Cemerlang yang tayang pada pukul 15.00 WIB. Mahasiswa juga diajak masuk ke ruang redaksi dan berdiskusi terkait produksi program yang ada di TVRI.
“Saya sangat senang dan antusias dengan kedatangan mahasiswa artinya saya melihat ada sebuah semangat, antusiasme, ada juga nilai lebih yakni dengan belajar langsung ke lokasi. Saya harapkan agar nantinya ada follow up tidak hanya mendapat ilmu dan merangkum apa yang didapatkan tetapi mampu juga memiliki pemahaman dalam bentuk visual dalam artian apa tidak hanya dalam bentuk teori tugas aja ya tapi tergambar,” ujar Candra selaku reporter sekaligus penyiar di TVRI.
Kunjunga ini sebagai tahap pengenalan alat untuk menunjang mata kuliah jurnalisme online. Diharapkan mahasiswa nantinya mampu membuat berita audio visual layaknya berita televisi. Untuk itu kunjungan ini menjadi ajang mengenal lebih dekat apa yang dilakukan di balik layar. (Dea)

No Game No Life


Tidak mengenal umur dan status sosial, tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita, semua kalangan bisa menikmati game. Diciptakan sebagai hiburan, game berkembang dari waktu ke waktu. Game sebenarnya memiliki peran dalam perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih kecepatan dalam memecahkan masalah. Tetapi game juga bisa merugikan, apabila sudah kecanduan sampai lupa waktu. Sehingga mengganggu kegiatan dan aktifitas.
Saat ini game diciptakan untuk komersial. Fenomenanya, game bukan lagi menjadi  hobi dan hiburan melainkan kebutuhan. Muhammad Ikhsan contohnya, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 Universitas Riau, mulai menyukai game dari kecil, mulai dari game online di warnet hingga game online di handphone. Ia memainkan banyak jenis game dan yang paling ia sukai adalah game RTS (Real Time Strategy) sejenis game DOTA.
Menurut Ikhsan bermain game adalah hiburan, penghilang bosan, dan berharap suatu hari Ia bisa menghasilkan uang dari bermain game. Ia menghabiskan waktu sekitar 4 jam dalam sehari. Ia juga rela mengeluarkan uang demi memperbaharui item yang ada didalam game Royal Pass.
“Saya kagum dengan perempuan yang suka bermain game, perempuan juga butuh hiburan. Orang yang hidup tapi selalu bermain game itu terlalu over ya. Karena game seharusnya hanya sebagai hiburan bukan sebuah kebutuhan. Lain halnya dengan orang yang hidup untuk game karena profesinya sebagai gamers, ‘kan bisa menghasilkan uang malah lebih bagus, kenapa tidak?” ungkap Ikhsan saat diwawancara.
 Ikhsan juga menambahkan mahasiswa yang bermain game saat jam kuliah sebagai hal yang wajar. Terkadang ada waktu dimana mahasiswa merasa bosan dengan materi perkuliahan yang terasa berat. Tapi bukan berarti bermain terus-terusan, hanya sesekali saja.
Tragedi penembakan di New Zaeland yang menewaskan sedikitnya 50 orang muslim dikaitkan dengan game PUBG. Pelaku dikatakan terinspirasi dari PUBG, sehingga MUI mengeluarkan fatwa bahwa PUBG haram karena dinilai tergolong sadis. Ini menjadi pelajaran penting bagi para gamers untuk lebih bijaksana lagi. (Rika)

SURAT CINTA UNTUK STARLA



Surat cinta untuk Starla merupakan salah satu karya terbaik yang diciptakan oleh Virgoun. Lagu yang dinyanyikan oleh mantan vokalis grup Band Last Child ini pertama kali di luncurkan pada tahun 2016 lalu dan berhasil menjadi lagu terpopuler pada waktu itu. Virgoun mampu menyentuh hati pendengar dengan lirik-lirik indah yang dituangkan dalam lagu ini.
Lagu ini yang Ia persembahkan untuk anak perempuannya bernama Starla. Namun, Virgoun sendiri memberi kebebasan kepada penggemarnya untuk memaknai lagunya ini sebagai ungkapan cinta kepada kekasih, orang tua ataupun Tuhan. Karena secara keseluruhan lagu ini mempunyai arti yang luas.
Lagu surat cinta untuk starla sendiri memanglah memiliki lirik yang sangat indah. Menggambarkan betapa bersyukurnya Ia memiliki seseorang yang begitu sempurna dan membuatnya merasa menjadi manusia paling beruntung. Lagu ini menggambarkan ungkapan kejujuran seorang laki-laki. Bagaimana Ia menemukan cinta yang tak membuatnya merasa kurang, menikmati setiap langkah untuk selalu memberikan yang terbaik, selalu bersyukur telah menemukan apa yang ia cari, cinta tanpa alasan apapun.
Virgoun mengakui, bahwa ide pembuatan lagu ini sendiri telah ada sejak 2008. Saat itu Ia ingin membuat lagu dengan iringan suara mesin ketik, namun belum menemukan ide lagu apa yang cocok untuk dibawakannya. Lalu Ia menemukan potongan lirik lagu dari tahun 2013 yang ia simpan dan tersusun hingga bagian Reff. Saat itulah keinginannya untuk membuat lagu dengan iringan suara mesin ketik akhirnya disatukan. Namun saat itu virgoun belum menikah dan bahkan tidak memiliki kekasih. Ia pun menyimpan lagu tersebut hingga akhirnya ia menikah dan dikaruniai buah hati yang lalu ia beri nama Starla. (brilio.net)


GADIS (M)EL(ALANG)



Gadis pulang jalan sorang
Nini di kursi tua dekat jendela
Kopi hitam dalam cawan tua
Nampak usang, warna hijau pudar dang.
Nini, “ gadis ku, pasti girang makan nasi
      Berkawan sayur asam dan sambal
      Terasi buatanku “.

Gadis jalan gegas,
Kiri kanan sawit bisu,
Daunnya seakan bicara. “ ada rupa di belakang punggungmu “.
Gadis nurut,
Telapak hantam sadar, gadis gelepar.

Gagah dan kilap bahu tegap
Berebut keringat penuh kesumat.
Kosong selurus lorong tatap gadis, dia pulang !
Sawit ratap jerit
Dan pipit ciut cuit.

Melayang, menembus tembus pintu rumah
Singkap tudung,
 “aku lapar, ni. Tapi aku disitu,
Ni. dingin, biru, dan sendiri.
Gadis pulang buat pamit, Nini.”

Gadis malang oh gadis melalang

Pekanbaru, 27 0ktober 2018

     
 

    


ORIGAMI HATI




Judul               : Origami Hati
Penulis             : Boy Candra
Genre              : Romance
Penerbit           : Media kita
Tahun terbit     : 2017
Tebal               : 293 Halaman
                                
Boy Candra, salah satu novelis Indonesia yang terkenal dengan cerita romansanya. Origami Hati adalah satu dari sekian karyanya yang sangat identik dengan kisah-kisah remaja. Novel ini bercerita tentang Aruna – mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Padang, yang baru saja dikhianati. Aruna sudah terlanjur melabuhkan seluruh hatinya pada Haga, laki-laki yang mencampakkannya. Tentu saja kejadian ini membuat gadis ini amat galau. Beruntung Aruna memiliki Citra, sang pendengar setia yang dengan sabar menenangkan hatinya. Hingga akhirnya Aruna bertemu dengan Bagas, mahasiswa tingkat akhir di Universitas yang sama. Dia penyuka senja. Dulu dia selalu menikmati senja bersama dengan Anila, mantan kekasih yang telah meninggalkannya.
Bagas, bagi sebagian orang adalah sosok yang dianggap aneh, namun dialah yang mampu membuat Aruna pulih dari patah hatinya. Perasaan nyaman membuat keduanya saling jatuh cinta. Namun masih terikat dengan masa lalu terutama Aruna. Terlebih lagi saat Haga mencoba meminta hatinya kembali. Karakter Aruna yang setia harus menanggung rasa sakit yang diberikan oleh orang yang sangat Ia cintai. Meskipun demikian, Bagas tidak pernah sekalipun mengungkit masa lalu Aruna. Dan ketika Aruna sudah berhasil menemukan kebahagiaan, masa lalu Aruna kembali menghantui pikirannya.
Tulisan Boy Candra ini mampu mengugah perasaan seakan mampu merasakan apa yang Aruna alami. Karakter tokoh digambarkan dengan sangat jelas sehingga mampu mendalami suasana yang dipaparkan. Ada satu kalimat indah dalam novel ini, yaitu setelah perpisahan akan ada kisah baru yang mungkin akan menyenangkan. Sangat banyak pelajaran yang dapat diambil, tentang pengorbanan cinta, kesabaran dan bagaimana menghadapi masa lalu yang suram.
Cerita Origami Hati mungkin pernah dialami oleh banyak orang yang pernah jatuh cinta. Mulai dari betapa sakit hati saat dikhianati seseorang yang sangat dicintai, perjuangan untuk bisa melanjutkan hidup yang baru meski masih terluka, belajar membuka hati untuk seseorang yang baru, hingga membuat keputusan kepada siapa hati ini akan diberikan. Bahasa novel ini cukup ringan. Konflik, alur, dan penyelesaiannya juga mudah diikuti. Pembaca diajak untuk membayangkan keindahan pantai dan senja. Novel ini tidak terlalu tebal sehingga tidak butuh waktu lama untuk membacanya. Gaya bahasa yang dipakai tidak membosankan dan sangat puitis.
                                                         

Kamis, 28 Maret 2019

Parkiran FISIP Universitas Riau Becek



Jumat (22/3) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terdapat parkiran roda dua. Parkiran FISIP Universitas Riau dijaga satpam yang bertugas. Ketika memasuki musim hujan parkiran selalu becek bahkan tergenang air.
Banyaknya air yang menggenang di lubang-lubang jalan membuat pengendara sepeda motor terganggu dan merasa tidak nyaman. Kondisi ini terjadi hanya saat musim hujan. Pada saat kemarau jalan dalam kondisi baik. Tidak heran ada sebagian pakaian ataupun sepatu mahasiswa yang basah kotor karena terkena genangan air akibat kendaraan yang lewat.
Beberapa lubang di parkiran juga cukup dalam dan sering digenangi air. Akibatnya pengendara motor harus sangat berhati-hati agar genangan air tidak menggangu pengendara ataupun mahasiswa lain yang hendak berjalan.
“Kalau saat musim hujan parkiran itu becek, dan banyak genangan air, was-was juga saat melewati jalan itu. Ya harus hati-hati kalau tidak pakaian kita akan kotor,” uangkap Delvia salah satu mahasiswa FISIP. Mengenai hal ini, dirinya sangat berharap, kepada pihak yang berwajib agar secepatnya memperbaiki lantai parkiran kampus. Agar semua sama-sama merasakan kenyamanan. (Vina)
                                                        

SENJA DI LAUT




Senja
Halo. Namaku senja. Aku suka laut. Koreksi, aku sangat mencintai laut. Buatku, laut bisa membuatku merasa tenang dan damai. Seperti berada di surga. Ya, walaupun aku belum pernah pergi ke surga.

Aku juga suka melihat senja di atas laut. Dan kali ini aku sedang menatap semburat warna jingga yang dilukis oleh tangan Tuhan di Raja Ampat. Cahayanya berpendar ke segala arah. Membuatku terperangah dan enggan berkedip sedetik pun karena takjub.

Tepat ketika aku sedang menikmati senja, sudut mataku menangkap sesosok pria yang menurutku, tanpan juga. Bukan, bukan tampan layaknya artis – artis korea. Kalau kudeskripsikan wujudnya, badan cowok itu tampak kekar dibalut dengan kulit kecoklatan, matanya bulat jernih, dia memiliki tulang hidung yang panjang melengkung, dan senyumnya… tunggu! Apa barusan dia tersenyum? Oh, tuhan. Dia mendekat dan berjalan ke arahku. Rambut ikalnya yang tadi terpecik air ikutan bergoyang seiring langkahnya.

“Hai,” sapanya. Selain senyumnya yang memikat hati, suaranya pun membuat irama jantung ini tidak beraturan ;agi. Jika diibaratkan dengan nada, mungkin nada jantungku sudah fals.

“Eh – hai,” balasku. Uhh, kenapa sih tadi aku pakai gugup segala? Aku harus melakukan salah satu gerakan yoga yang selalu diajari instruksiku. Tarik napas perlahan, embuskan.

“Kamu kenapa tarik napas seperti itu?” Dia bertanya. Aku dapat melihat alis hitamnya yang tebal tampak menyatu seakan pasukan semut sedang berbaris rapi.

Mati. Ketahuan sekali aku salah langkah. “Hmm, tidak apa – apa kok, tadi lagi menikmati udara saja. Raja Ampat bagus, ya?” Aku berusaha mengalihkan pembicaraan.

Dia tersenyum sekilas. Tanpa dia sadari, segaris senyumnya bisa membuat jantungku lari meraton. “ya, banyak orang bilang begitu. Kamu baru sekali kesini?”

“Iya,” jawabku singkat. Seketika lidahku kelu, serasa ada baru tersangkut di tenggorokan yang membuatku sulit merangkai aksara. Jangankan bicara, bernapas pun rasanya sudah susah setengah mati.

“Sendiri?” tanyaya lagi.

“Tidak kok, keluargaku lagi di hotel.”

Dia mengangguk – anggukkan kepalanya. “Eh, namanya siapa? Belum kenalan.”

Aku menyambut uluran tangannya, “Senja”

“Laut,” sahutnya. Lalut? Apa aku tak salah dengat kalau nama dia Laut?

“Wah, namamu unik.”

“Namamu juga,” komentarnya. “Senja. Aku sering memperhatikan senja. Lihat, cantik, kan? Sama seperti kamu,” lanjutnya seraya menunjuk matahari yang hampir pudar ditelan lautan. Kembali ke peraduannya.

Sekarang aku butuh kaca. Aku ingin mel;ihat bagaimana rupaku saat ini. Mungkinkah seperti tomat? Atau kepiting rebus? Aku tak tahu. Saat ini yang kurasakan hatiku menghangat dan senyumku merona. Rasa bahagia melingkupiku.

“Senja, aku pergi ke sana dulu ya. Sepertinya bos memanggilku. Besok masih disini, kan?” katanya tiba – tiba. Terpatri sedikit kegelisahan di raut wajahnya.

Dahiku berkerut heran membentuk beberapa lipatan tipis. “Bos?”

“Hmm, iya dia bosku, aku pelatih diving termuda di Raja Ampat,” jelasnya dengan nada tidak menyombongkan diri sama sekali. “ Besok kamu masih disini, kan?” Dia mengulang pertanyaannya tadi.

“Iya, masih koko.”

“Sampai bertemu besok, Senja.” Kemudian dia pun meleset pergi setelah mengulas senyum kepadaku.

Kau tahu? Kurasa barusan hatiku berdesir. Bunyinya seperti pasir yang tertiup angin. Laut. Mengingat namanya tanpa sadar membuat senyumku mengambang. Mungkin ini terdengar mengada- ada, terutama bagi engkau yang tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama. Tapi hatiku sudah memutuskan bahwa selain laut, aku juga menyukai Laut.

Dia tidak ada disini. Padahal senja sudah merekahkan jingganya. Salahkah jika kau berharap dia datang menemuiku lagi? Mungkin aku yang teralu berharap. Bahkan kemarin dia tidak berjanji akan menemuiku lagi. Laut hanya berkata, “Sampai bertemu besok, senja.” Ah, apakah itu pertanda janji? Atau basa – basi belaka?

Aku tidak mengerti.

Baru saja air mataku menetes, mataku menangkap Laut. Ya, laut yang kemarin berbincang – bincang sebentar denganku. Dia ada disana. Dalam radius sekitar sepuluh meter dariku. Tapi, dia bersama… entahlah. Aku tak mengenalnya. Mungkin itu salah satu wisatawan yang menjadi murid di kelas diving-nya. Tapi….

Aku menelan ludah. Kenapa tangan mereka saling bertautan? Mungkinkah Laut sudah punya kekasih? Tanpa terasa dua sungai kecil sudah mengalir di pipiku dan terjun mengikuti gravitasi bumi. Bergabung bersama butiran – butiran pasir halus.

Ya, sekali lagi mungkin aku yang terlalu berharap. Barangkali pertemuan singkat kemarin tidak berarti apa – apa baginya.
Mungkin saja pujiannya kepadaku hanya sekedar rayuan belaka. Bukankah laki – laki suka menebar kata – kata manis? Bodohnya aku mudah percaya dan mengharapkan Laut yang selalu akan menghangatkan hatiku. Rupanya dia malah menghanyutkan perasaan yang tergulung ombak lalu terempas ke batu karang. Hancur berkeping – keeping.

Laut. Bagaimana bisa aku melupakanmu jika kamu selalu mengingatkanku akan kesukaanku? Apakah aku juga harus membenci laut?

Laut

Hai. Namaku Laut. Aku suka senja. Koreksi, aku sangat mencintai senja. Bagiku, senja itu cantik dan bisa membuat jiwaku tenang dan damai. Bahkan aku pernah bermimpi ingin mempunyai kekasih bernama Senja. Tapi, jarang sekali bukan, perempuan yang bernama senja? Aku yakin pasti diam – diam kau menganggukkan kepalamu, mengiyakan pertanyaanku.

Aku melihat gaids itu. Gadis yang sedang duduk menikmati senja. Sedari tadi mataku tak letih – letih mengamatinya. Dari sini aku dapat menggambarkan perawakannya. Harus mulai dari mana? Oh, mungkin dari atas dulu. Rambut panjangnya yang bergelombang, seketika tanganku ingin merasakan bagaimana rasanya membelai rambut indah itu. Dari samping wajahnya tampak manis sekali, membentuk siluet yang membuat organ hatiku terombang – ambing seperti ombak di laut.

Tiba – tiba dia menoleh, mungkin dia tersadar bahwa aku sedang memperhatikannya. Segera aku menarik sudut – sudut bibirku ke atas. Entah darimana asal perintahnya, detik itu juga kakiku berjalan mengampiri gadis itu.

“Hai.” Aku menyapanya seraya tersenyum. Oh, rupanya gadis ini sungguh sangat cantik. Seperti senja.

“Eh – hai,” sahutnya. Nada bicaranya gugup, apakah dia terkejut melihat kedatanganku yang bagaimana pun juga hanyalah orang asing? Detik kemudian aku dapat melihat dia menarik napas dan mengembuskannya.

“Kamu kenapa tarik napas seperti itu?” Tanyaku sedikit penasaran dengan kelakuannya tadi.

“Hmm, tidak apa – apa kok, tadi lagi menikmati udara senja. Raja Ampat bagus, ya?” aku tersenyum ketika menjawab pertanyaannya, “Ya, banyak orang bilang begitu. Kamu baru sekali ke sini?”

“Iya,” jawabnya singkat. Kenapa kamu menjawab singkat sekali? Aku jadi bingung ini berbicara apa lagi.

Akhirnya aku bertanya kepadanya setelah menyadari dia sedang sendirian disini. “Sendiri?”

“Tidak kok, keluargaku lagi di hotel.”

Aku mengangguk – anggukkan kepala sambil memikirkan topic apa lagi ya yang harus kukatakan untuk berbincang dengannya. “Eh, namanya siapa? Belum kenalan.”

Dia menyambut uluran tanganku, “Senja.” Aku tidak menyangka gadis ini bernama senja. Mungkinkah ini hanya kebetulan? Atau tuhan telah sengaja mempertemukanku dengan gadis senja yang selama ini aku impikan?

“Laut,” ujarku memperkenalkan diri. Aku dapat melihat bola matanya melebar saat aku menyebutkan namaku. Barangkali dia tidak percaya bahwa namaku Laut. Nama yang aneh memang. Tapi, aku bangga. Nama ini pemberian almarhum kakekku.

“Wah, namamu unik,” pujinya tiba – tiba

“Namamu juga,” ucapku. “Senja. Aku sering memperhatikan senja. Lihat cantik, kan?sama seperti kamu.“ aku pun balas memujinya sembari menunjuk kea rah matahari yang hampir terbenam dan menorehkan semburat jingga.

Kurasa sekarang senja tersipu malu. Oh, wajahnya seperti udang rebus. Merona sekali. Tampak menggemaskan.

Dari kejauhan, aku mendengar bos memanggilku untuk segera kesana, menemuinya. “Senja, aku pergi kesana dulu ya. Sepertinya bos memanggilku. Besok masih disini, kan?” pamitku.

Dahi dan alisnya berkerut. “Bos?” ujarnya dengan nada ragu – ragu.


“Hmm, iya dia bosku, aku pelatih diving termuda di Raja Ampat,” jelasku. “Besok kamu masih disini, kan?” aku mengulang pertanyaanku tadi.

“Iya, masih kok.”

“Sampai bertemu besok, Senja.” Kemudian aku pun meleset pergi setelah mengukir senyum kepada senja.

*

Maafkan aku, Senja. Aku tidak bisa datang menghampirimu lagi. Namun disii aku dapat melihat dirimu sedang menikmati senja seorang diri. Mungkinkah kamu menungguku? Kurasa tidak.

Aku tidak bisa ketempatmu karena sekarang ada Bulan. Dia salah satu murid diving-ku. Beginilah hidup. Kadang tak sesuai dengan yang kau inginkan. Kadang tak sejalan dengan apa yang kau rencanakan.

Aku sadar. Aku hanyalah pelatih diving yang gajinya pun tidak seberapa. Sedangkan kamu, Senja, mungkin gadis seusia kamu tidak perlu membanting tulang, cukup menikmati hasil jerih payah orang tua saja.

Maka dari itu, aku membutuhkan Bulan. Dia salah satu pelangganku yang suka membayar lebih jika aku mau menuruti semua perintahnya. Termasuk menggenggam tangannya. Bulan ini aku menjadi kekasih selama liburan. Kekasih sesaat, katanya.

Maafkan aku, Senja. Mungkin kita tidak seperti senja di laut yang saling bersama saat mentari meudarkan cahayanya. Aku hanyalah laut yang tertutup awan kelabu di sore hari. Pertanda senja enggan menghampiri.

Untukmu yang tersimpan di hati. Rindu akan selalu terpatri, Laut. (CindyMuharara
)


Man Upon The Hill


Star And Rabbit merupakan grup musik indi yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Lagunya yang berjudul Man Upon The Hill laku keras di pasar musik Indonesia. Lagu ini terkesan unik, karena liriknya yang tabu dan gagal paham memaknainya. Sekilas lirik lagu ini akan terdengar tidak baik. Padahal sebenarnya lagu ini memiliki makna yang sangat dalam yang tidak semua orang mampu merasakannya.
Bukan hal aneh bila ada yang berfikiran negatif saat mendengarkannya, bahkan Elda – sang vokalis, sering diundang ke acara – acara talkshow untuk membahas lagunya. Star and Rabbit mengungkapkan makna dari lagu Man Upon The Hill bahwa kehidupan manusia selaras dengan alam sekitar. Beginilah lirik dan terjemahan lagu Man Upon The Hill:
Stars and rabbit - Man upon the hill
Hey man upon the hill, up here 
Hey pria yang diatas bukit sana
I used to write you,you
aku tulis ceritamu
You loved the way I watch the sun
Kau menyukai caraku melihat matahari
Through my finger
Melalui jariku
We spent sometimes to the day we met
kita terkadang menghabiskan waktu dihari kita bertemu
Can I fall into your constellation arm?
Dapatkah aku jatuh di susunan lenganmu?
We drove in the wind
Kita melaju dengan angin
Opened the window
Membuka jendela 
Waved to nothing
Terkena semilir angin
Just keep us awake 
Hanya agar kita terjaga
We drove under the heavy rain
Kita melaju di bawah gerimis 
Soaking wet yes 
Ya, basah kuyup
We laughed at it yet
Kita menertawakannya
And tell me more your constellation arm
Dan ceritakan padaku tentang susunan lenganmu
And we dance in the room
Dan kita berdansa di dalam ruangan
Grew our heart a bloom
Hati kita tumbuh bermekaran
I stop right there
Aku berhenti sampai disini
You've found a new home
Kau menemukan rumah barumu
And I should be happy
Dan aku harusnya bahagia
Uhhh
I should be happy
Dan aku harusnya bahagia


Bila dilihat dari artinya, lagu ini berkisah tentang seseorang yang awalnya berbahagia dengan pasangannya dan semua kenangan yang mereka miliki. Namun, pada akhirnya harus berpisah karena telah menemukan rumah baru yang maksudnya orang baru. Ia juga harus ikut bahagia dengan kebahagiaan mereka. Ia harus ikhlas meskipun menyesakkan dada. Apabila dicerna lirik lagu ini dalam-dalam, maka akan mampu merasakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan dalam lagu itu sendiri.