Kamis, 04 April 2019

No Game No Life


Tidak mengenal umur dan status sosial, tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita, semua kalangan bisa menikmati game. Diciptakan sebagai hiburan, game berkembang dari waktu ke waktu. Game sebenarnya memiliki peran dalam perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih kecepatan dalam memecahkan masalah. Tetapi game juga bisa merugikan, apabila sudah kecanduan sampai lupa waktu. Sehingga mengganggu kegiatan dan aktifitas.
Saat ini game diciptakan untuk komersial. Fenomenanya, game bukan lagi menjadi  hobi dan hiburan melainkan kebutuhan. Muhammad Ikhsan contohnya, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 Universitas Riau, mulai menyukai game dari kecil, mulai dari game online di warnet hingga game online di handphone. Ia memainkan banyak jenis game dan yang paling ia sukai adalah game RTS (Real Time Strategy) sejenis game DOTA.
Menurut Ikhsan bermain game adalah hiburan, penghilang bosan, dan berharap suatu hari Ia bisa menghasilkan uang dari bermain game. Ia menghabiskan waktu sekitar 4 jam dalam sehari. Ia juga rela mengeluarkan uang demi memperbaharui item yang ada didalam game Royal Pass.
“Saya kagum dengan perempuan yang suka bermain game, perempuan juga butuh hiburan. Orang yang hidup tapi selalu bermain game itu terlalu over ya. Karena game seharusnya hanya sebagai hiburan bukan sebuah kebutuhan. Lain halnya dengan orang yang hidup untuk game karena profesinya sebagai gamers, ‘kan bisa menghasilkan uang malah lebih bagus, kenapa tidak?” ungkap Ikhsan saat diwawancara.
 Ikhsan juga menambahkan mahasiswa yang bermain game saat jam kuliah sebagai hal yang wajar. Terkadang ada waktu dimana mahasiswa merasa bosan dengan materi perkuliahan yang terasa berat. Tapi bukan berarti bermain terus-terusan, hanya sesekali saja.
Tragedi penembakan di New Zaeland yang menewaskan sedikitnya 50 orang muslim dikaitkan dengan game PUBG. Pelaku dikatakan terinspirasi dari PUBG, sehingga MUI mengeluarkan fatwa bahwa PUBG haram karena dinilai tergolong sadis. Ini menjadi pelajaran penting bagi para gamers untuk lebih bijaksana lagi. (Rika)

0 komentar:

Posting Komentar