Judul : Origami Hati
Penulis : Boy Candra
Genre : Romance
Penerbit : Media kita
Tahun terbit : 2017
Tebal : 293 Halaman
Boy Candra, salah satu
novelis Indonesia yang terkenal dengan cerita romansanya. Origami Hati adalah
satu dari sekian karyanya yang sangat identik dengan kisah-kisah remaja. Novel
ini bercerita tentang Aruna – mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia Universitas
Negeri Padang, yang baru saja dikhianati. Aruna sudah terlanjur melabuhkan
seluruh hatinya pada Haga, laki-laki yang mencampakkannya. Tentu saja kejadian
ini membuat gadis ini amat galau. Beruntung Aruna memiliki Citra, sang pendengar
setia yang dengan sabar menenangkan hatinya. Hingga akhirnya Aruna bertemu
dengan Bagas, mahasiswa tingkat akhir di Universitas yang sama. Dia penyuka
senja. Dulu dia selalu menikmati senja bersama dengan Anila, mantan kekasih
yang telah meninggalkannya.
Bagas, bagi sebagian
orang adalah sosok yang dianggap aneh, namun dialah yang mampu membuat Aruna
pulih dari patah hatinya. Perasaan nyaman membuat keduanya saling jatuh cinta.
Namun masih terikat dengan masa lalu terutama Aruna. Terlebih lagi saat Haga mencoba
meminta hatinya kembali. Karakter Aruna yang setia harus
menanggung rasa sakit yang diberikan oleh orang yang sangat Ia cintai. Meskipun
demikian, Bagas tidak pernah sekalipun mengungkit masa lalu Aruna. Dan ketika
Aruna sudah berhasil menemukan kebahagiaan, masa lalu Aruna kembali menghantui
pikirannya.
Tulisan Boy
Candra ini mampu mengugah perasaan seakan mampu merasakan apa yang Aruna alami.
Karakter tokoh digambarkan dengan sangat jelas sehingga mampu mendalami suasana
yang dipaparkan. Ada satu kalimat indah dalam novel ini, yaitu setelah
perpisahan akan ada kisah baru yang mungkin akan menyenangkan. Sangat banyak pelajaran
yang dapat diambil, tentang pengorbanan cinta, kesabaran dan bagaimana menghadapi
masa lalu yang suram.
Cerita Origami
Hati mungkin pernah dialami oleh banyak
orang yang pernah jatuh cinta. Mulai dari betapa sakit hati saat dikhianati
seseorang yang sangat dicintai, perjuangan untuk bisa melanjutkan hidup yang
baru meski masih terluka, belajar membuka hati untuk seseorang yang baru,
hingga membuat keputusan kepada siapa hati ini akan diberikan. Bahasa novel ini
cukup ringan. Konflik, alur, dan penyelesaiannya juga mudah diikuti. Pembaca diajak
untuk membayangkan keindahan pantai dan senja. Novel ini tidak terlalu tebal
sehingga tidak butuh waktu lama untuk membacanya. Gaya bahasa yang dipakai
tidak membosankan dan sangat puitis.

0 komentar:
Posting Komentar