Kamis, 04 April 2019

ORIGAMI HATI




Judul               : Origami Hati
Penulis             : Boy Candra
Genre              : Romance
Penerbit           : Media kita
Tahun terbit     : 2017
Tebal               : 293 Halaman
                                
Boy Candra, salah satu novelis Indonesia yang terkenal dengan cerita romansanya. Origami Hati adalah satu dari sekian karyanya yang sangat identik dengan kisah-kisah remaja. Novel ini bercerita tentang Aruna – mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Padang, yang baru saja dikhianati. Aruna sudah terlanjur melabuhkan seluruh hatinya pada Haga, laki-laki yang mencampakkannya. Tentu saja kejadian ini membuat gadis ini amat galau. Beruntung Aruna memiliki Citra, sang pendengar setia yang dengan sabar menenangkan hatinya. Hingga akhirnya Aruna bertemu dengan Bagas, mahasiswa tingkat akhir di Universitas yang sama. Dia penyuka senja. Dulu dia selalu menikmati senja bersama dengan Anila, mantan kekasih yang telah meninggalkannya.
Bagas, bagi sebagian orang adalah sosok yang dianggap aneh, namun dialah yang mampu membuat Aruna pulih dari patah hatinya. Perasaan nyaman membuat keduanya saling jatuh cinta. Namun masih terikat dengan masa lalu terutama Aruna. Terlebih lagi saat Haga mencoba meminta hatinya kembali. Karakter Aruna yang setia harus menanggung rasa sakit yang diberikan oleh orang yang sangat Ia cintai. Meskipun demikian, Bagas tidak pernah sekalipun mengungkit masa lalu Aruna. Dan ketika Aruna sudah berhasil menemukan kebahagiaan, masa lalu Aruna kembali menghantui pikirannya.
Tulisan Boy Candra ini mampu mengugah perasaan seakan mampu merasakan apa yang Aruna alami. Karakter tokoh digambarkan dengan sangat jelas sehingga mampu mendalami suasana yang dipaparkan. Ada satu kalimat indah dalam novel ini, yaitu setelah perpisahan akan ada kisah baru yang mungkin akan menyenangkan. Sangat banyak pelajaran yang dapat diambil, tentang pengorbanan cinta, kesabaran dan bagaimana menghadapi masa lalu yang suram.
Cerita Origami Hati mungkin pernah dialami oleh banyak orang yang pernah jatuh cinta. Mulai dari betapa sakit hati saat dikhianati seseorang yang sangat dicintai, perjuangan untuk bisa melanjutkan hidup yang baru meski masih terluka, belajar membuka hati untuk seseorang yang baru, hingga membuat keputusan kepada siapa hati ini akan diberikan. Bahasa novel ini cukup ringan. Konflik, alur, dan penyelesaiannya juga mudah diikuti. Pembaca diajak untuk membayangkan keindahan pantai dan senja. Novel ini tidak terlalu tebal sehingga tidak butuh waktu lama untuk membacanya. Gaya bahasa yang dipakai tidak membosankan dan sangat puitis.
                                                         

0 komentar:

Posting Komentar