“Menulislah
jika ingin dikenang. Jika nanti, aku telah tiada lalu kau rindu temui aku
ditulisan-tulisanku,” kalimat ini yang menjadi motivasi Ahmad Oki untuk berkarya.
Ia memulai karyanya, dengan mengikuti lomba menulis cerpen yang diadakan oleh
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (FISIP UNRI). Oki meraih
juara pertama sebagai apresiasi terhadap karyanya.
Oki
mengaku minat menulis telah ada sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Berkat kelihaiannya, Ia sering diminta untuk
membuat cerpen oleh teman-temannya. Karyanya itu dibayar dengan harga sepuluh
ribu rupiah per cerita. Karyanya pernah meraih peringkat satu tingkat kabupaten
Rokan Hilir dan dimuat di Pos Metro Rohil selama seminggu.
“Tulisan
tidak hanya mentok pada predikat, namun apakah tulisan kita disukai oleh
pembaca dan pesan-pesan itu sampai di kepala mereka, dan mampu memotivasi
mereka untuk lebih mempercayai dirinya sendiri. Bahwa mereka punya potensi yang
berbeda dibandingkan orang lain. Yang terpenting adalah kemauan keras untuk
berkarya,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional itu, saat ditemui di
kediamannya pada Minggu (24/03).
Kesibukan
perkuliahan dan aktivitas di luar kampus tidak membuatnya absen untuk terus menulis
cerpen. Pendiri komunitas “Ayo Gerakkan jari” ini tidak suka dengan hal-hal yang
membuatnya berhenti berpikir. Baginya, seorang penulis harus selalu mendapatkan
inspirasi dari setiap momen.
“Saya
masih percaya dengan pepatah, ketika kita dihina jangan tumbang, dan jikapun
kita mendapatkan pujian, janganlah mengepakkan sayap dan terbang tinnggi terus
lupa pulang. Lambat laun mereka akan mengerti bahwa salah satu faktor
keksuksesan kita adalah seberapa besar kita menghargai karya orang lain,” jelas
Oki menanggapi orang-orang yang selalu meremehkan karyanya.
Kegiatan
positif Oki perlu untuk diapresiasi. Yang ia lakukan bukan saja membanggakan
namun turut memberikan motivasi bagi banyak orang. (Safi’i)

0 komentar:
Posting Komentar