Disadari atau tidak, tiap fakultas di Universitas Riau
memiliki citra yang berbeda. Ini dapat dilihat dari gaya mahasiswanya. Gaya
atau yang lazim disebut style biasanya dijadikan
sebagai identitas. Tak jarang
setiap fakultas memiliki peraturan yang berbeda-beda dalam mengatur penggunaan pakaian mahasiswanya.
Streotip
yang berkembang mengenai gaya berpakaian setiap fakultas telah tersebar di kalangan mahasiswa. Perbedaan style yang cukup
mencolok terlihat pada
mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (FKIP). Anggapan
yang beredar adalah anak FT santai dan anak FKIP santun.
Sebenarnya FT tidak memiliki
peraturan yang cukup ketat mengenai cara
berpakaian. Sebagian
dosen justru tidak
mempermasalahkan mahasiswanya hadir
dengan mengenakan
celana sobek dan kaus berkerah. Ini
menjadi alasan mengapa anak teknik diidentikkan dengan gaya santai yang cenderung terkesan tidak rapi.
“Saat
memilih baju untuk
kuliah, milihnya yang nyaman aja, yaa senyamannya ajalah,” ungkap
Rivco Hastwoyundra mahasiswa Jurusan Teknik Mesin menanggapi
kesan tentang mahasiswa teknik yang beredar.
Berbeda
dengan
mahasiswa FT,
mahasiswa FKIP terbilang memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai style
di
kampus. Cara
berpakaian dan penataan
rambut diatur
oleh fakultas. Dalam
berpakaian,
mahasiswa FKIP dituntut untuk selalu rapi baik saat mengikuti mata kuliah maupun mengurus administrasi. Fakultas
juga mewajibkan mahasiswa memakai atasan kemeja dan celana bahan. Sedang rambut harus memperlihatkan daun telinga dan disarankan memakai minyak.
“Bagi
saya penampilan itu merupakan identitas, Tidak ada seorang guru yang
menggunakan celana jeans sobek-sobek dan kaos, jadi ini merupakan
latihan bagi kami,”
ungkap Yogie Alfajar
mahasiswa
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2015.
Perbedaan style yang ditampilkan dari FT maupun FKIP tidak membuat keduanya tidak sama. Setiap mahasiswa memiliki otoritas masing-masing dalam
menentukan gayanya yang dianggap paling nyaman. Yang terpenting
adalah tetap menaati peraturan dan mengikuti proses pendidikan dengan baik dan benar. (Asri)


0 komentar:
Posting Komentar