SENJA DI LAUT

Surat cinta untuk Starla merupakan salah satu karya terbaik yang diciptakan oleh Virgoun. Lagu yang dinyanyikan oleh mantan..

No Korea, No Life!!!

“Awalnya sih karena nonton drama korea Best Before Flower (BBF) sampai habis makanya jadi tertarik dan suka dengan Korea,”

ORIGAMI HATI

Boy Candra, salah satu novelis Indonesia yang terkenal dengan cerita romansanya. Origami Hati adalah satu dari sekian karyanya

Bercadar Bukanlah Diskriminasi

Ketika ada orang-orang beranggapan bahwa wanita bercadar adalah bentuk diskriminasi atau itu bentuk ketidakadilan bagi wanita

Man Upon The Hill

Star And Rabbit merupakan grup musik indi yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Lagunya yang berjudul Man Upon The Hill

Kamis, 28 Maret 2019

Parkiran FISIP Universitas Riau Becek



Jumat (22/3) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terdapat parkiran roda dua. Parkiran FISIP Universitas Riau dijaga satpam yang bertugas. Ketika memasuki musim hujan parkiran selalu becek bahkan tergenang air.
Banyaknya air yang menggenang di lubang-lubang jalan membuat pengendara sepeda motor terganggu dan merasa tidak nyaman. Kondisi ini terjadi hanya saat musim hujan. Pada saat kemarau jalan dalam kondisi baik. Tidak heran ada sebagian pakaian ataupun sepatu mahasiswa yang basah kotor karena terkena genangan air akibat kendaraan yang lewat.
Beberapa lubang di parkiran juga cukup dalam dan sering digenangi air. Akibatnya pengendara motor harus sangat berhati-hati agar genangan air tidak menggangu pengendara ataupun mahasiswa lain yang hendak berjalan.
“Kalau saat musim hujan parkiran itu becek, dan banyak genangan air, was-was juga saat melewati jalan itu. Ya harus hati-hati kalau tidak pakaian kita akan kotor,” uangkap Delvia salah satu mahasiswa FISIP. Mengenai hal ini, dirinya sangat berharap, kepada pihak yang berwajib agar secepatnya memperbaiki lantai parkiran kampus. Agar semua sama-sama merasakan kenyamanan. (Vina)
                                                        

SENJA DI LAUT




Senja
Halo. Namaku senja. Aku suka laut. Koreksi, aku sangat mencintai laut. Buatku, laut bisa membuatku merasa tenang dan damai. Seperti berada di surga. Ya, walaupun aku belum pernah pergi ke surga.

Aku juga suka melihat senja di atas laut. Dan kali ini aku sedang menatap semburat warna jingga yang dilukis oleh tangan Tuhan di Raja Ampat. Cahayanya berpendar ke segala arah. Membuatku terperangah dan enggan berkedip sedetik pun karena takjub.

Tepat ketika aku sedang menikmati senja, sudut mataku menangkap sesosok pria yang menurutku, tanpan juga. Bukan, bukan tampan layaknya artis – artis korea. Kalau kudeskripsikan wujudnya, badan cowok itu tampak kekar dibalut dengan kulit kecoklatan, matanya bulat jernih, dia memiliki tulang hidung yang panjang melengkung, dan senyumnya… tunggu! Apa barusan dia tersenyum? Oh, tuhan. Dia mendekat dan berjalan ke arahku. Rambut ikalnya yang tadi terpecik air ikutan bergoyang seiring langkahnya.

“Hai,” sapanya. Selain senyumnya yang memikat hati, suaranya pun membuat irama jantung ini tidak beraturan ;agi. Jika diibaratkan dengan nada, mungkin nada jantungku sudah fals.

“Eh – hai,” balasku. Uhh, kenapa sih tadi aku pakai gugup segala? Aku harus melakukan salah satu gerakan yoga yang selalu diajari instruksiku. Tarik napas perlahan, embuskan.

“Kamu kenapa tarik napas seperti itu?” Dia bertanya. Aku dapat melihat alis hitamnya yang tebal tampak menyatu seakan pasukan semut sedang berbaris rapi.

Mati. Ketahuan sekali aku salah langkah. “Hmm, tidak apa – apa kok, tadi lagi menikmati udara saja. Raja Ampat bagus, ya?” Aku berusaha mengalihkan pembicaraan.

Dia tersenyum sekilas. Tanpa dia sadari, segaris senyumnya bisa membuat jantungku lari meraton. “ya, banyak orang bilang begitu. Kamu baru sekali kesini?”

“Iya,” jawabku singkat. Seketika lidahku kelu, serasa ada baru tersangkut di tenggorokan yang membuatku sulit merangkai aksara. Jangankan bicara, bernapas pun rasanya sudah susah setengah mati.

“Sendiri?” tanyaya lagi.

“Tidak kok, keluargaku lagi di hotel.”

Dia mengangguk – anggukkan kepalanya. “Eh, namanya siapa? Belum kenalan.”

Aku menyambut uluran tangannya, “Senja”

“Laut,” sahutnya. Lalut? Apa aku tak salah dengat kalau nama dia Laut?

“Wah, namamu unik.”

“Namamu juga,” komentarnya. “Senja. Aku sering memperhatikan senja. Lihat, cantik, kan? Sama seperti kamu,” lanjutnya seraya menunjuk matahari yang hampir pudar ditelan lautan. Kembali ke peraduannya.

Sekarang aku butuh kaca. Aku ingin mel;ihat bagaimana rupaku saat ini. Mungkinkah seperti tomat? Atau kepiting rebus? Aku tak tahu. Saat ini yang kurasakan hatiku menghangat dan senyumku merona. Rasa bahagia melingkupiku.

“Senja, aku pergi ke sana dulu ya. Sepertinya bos memanggilku. Besok masih disini, kan?” katanya tiba – tiba. Terpatri sedikit kegelisahan di raut wajahnya.

Dahiku berkerut heran membentuk beberapa lipatan tipis. “Bos?”

“Hmm, iya dia bosku, aku pelatih diving termuda di Raja Ampat,” jelasnya dengan nada tidak menyombongkan diri sama sekali. “ Besok kamu masih disini, kan?” Dia mengulang pertanyaannya tadi.

“Iya, masih koko.”

“Sampai bertemu besok, Senja.” Kemudian dia pun meleset pergi setelah mengulas senyum kepadaku.

Kau tahu? Kurasa barusan hatiku berdesir. Bunyinya seperti pasir yang tertiup angin. Laut. Mengingat namanya tanpa sadar membuat senyumku mengambang. Mungkin ini terdengar mengada- ada, terutama bagi engkau yang tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama. Tapi hatiku sudah memutuskan bahwa selain laut, aku juga menyukai Laut.

Dia tidak ada disini. Padahal senja sudah merekahkan jingganya. Salahkah jika kau berharap dia datang menemuiku lagi? Mungkin aku yang teralu berharap. Bahkan kemarin dia tidak berjanji akan menemuiku lagi. Laut hanya berkata, “Sampai bertemu besok, senja.” Ah, apakah itu pertanda janji? Atau basa – basi belaka?

Aku tidak mengerti.

Baru saja air mataku menetes, mataku menangkap Laut. Ya, laut yang kemarin berbincang – bincang sebentar denganku. Dia ada disana. Dalam radius sekitar sepuluh meter dariku. Tapi, dia bersama… entahlah. Aku tak mengenalnya. Mungkin itu salah satu wisatawan yang menjadi murid di kelas diving-nya. Tapi….

Aku menelan ludah. Kenapa tangan mereka saling bertautan? Mungkinkah Laut sudah punya kekasih? Tanpa terasa dua sungai kecil sudah mengalir di pipiku dan terjun mengikuti gravitasi bumi. Bergabung bersama butiran – butiran pasir halus.

Ya, sekali lagi mungkin aku yang terlalu berharap. Barangkali pertemuan singkat kemarin tidak berarti apa – apa baginya.
Mungkin saja pujiannya kepadaku hanya sekedar rayuan belaka. Bukankah laki – laki suka menebar kata – kata manis? Bodohnya aku mudah percaya dan mengharapkan Laut yang selalu akan menghangatkan hatiku. Rupanya dia malah menghanyutkan perasaan yang tergulung ombak lalu terempas ke batu karang. Hancur berkeping – keeping.

Laut. Bagaimana bisa aku melupakanmu jika kamu selalu mengingatkanku akan kesukaanku? Apakah aku juga harus membenci laut?

Laut

Hai. Namaku Laut. Aku suka senja. Koreksi, aku sangat mencintai senja. Bagiku, senja itu cantik dan bisa membuat jiwaku tenang dan damai. Bahkan aku pernah bermimpi ingin mempunyai kekasih bernama Senja. Tapi, jarang sekali bukan, perempuan yang bernama senja? Aku yakin pasti diam – diam kau menganggukkan kepalamu, mengiyakan pertanyaanku.

Aku melihat gaids itu. Gadis yang sedang duduk menikmati senja. Sedari tadi mataku tak letih – letih mengamatinya. Dari sini aku dapat menggambarkan perawakannya. Harus mulai dari mana? Oh, mungkin dari atas dulu. Rambut panjangnya yang bergelombang, seketika tanganku ingin merasakan bagaimana rasanya membelai rambut indah itu. Dari samping wajahnya tampak manis sekali, membentuk siluet yang membuat organ hatiku terombang – ambing seperti ombak di laut.

Tiba – tiba dia menoleh, mungkin dia tersadar bahwa aku sedang memperhatikannya. Segera aku menarik sudut – sudut bibirku ke atas. Entah darimana asal perintahnya, detik itu juga kakiku berjalan mengampiri gadis itu.

“Hai.” Aku menyapanya seraya tersenyum. Oh, rupanya gadis ini sungguh sangat cantik. Seperti senja.

“Eh – hai,” sahutnya. Nada bicaranya gugup, apakah dia terkejut melihat kedatanganku yang bagaimana pun juga hanyalah orang asing? Detik kemudian aku dapat melihat dia menarik napas dan mengembuskannya.

“Kamu kenapa tarik napas seperti itu?” Tanyaku sedikit penasaran dengan kelakuannya tadi.

“Hmm, tidak apa – apa kok, tadi lagi menikmati udara senja. Raja Ampat bagus, ya?” aku tersenyum ketika menjawab pertanyaannya, “Ya, banyak orang bilang begitu. Kamu baru sekali ke sini?”

“Iya,” jawabnya singkat. Kenapa kamu menjawab singkat sekali? Aku jadi bingung ini berbicara apa lagi.

Akhirnya aku bertanya kepadanya setelah menyadari dia sedang sendirian disini. “Sendiri?”

“Tidak kok, keluargaku lagi di hotel.”

Aku mengangguk – anggukkan kepala sambil memikirkan topic apa lagi ya yang harus kukatakan untuk berbincang dengannya. “Eh, namanya siapa? Belum kenalan.”

Dia menyambut uluran tanganku, “Senja.” Aku tidak menyangka gadis ini bernama senja. Mungkinkah ini hanya kebetulan? Atau tuhan telah sengaja mempertemukanku dengan gadis senja yang selama ini aku impikan?

“Laut,” ujarku memperkenalkan diri. Aku dapat melihat bola matanya melebar saat aku menyebutkan namaku. Barangkali dia tidak percaya bahwa namaku Laut. Nama yang aneh memang. Tapi, aku bangga. Nama ini pemberian almarhum kakekku.

“Wah, namamu unik,” pujinya tiba – tiba

“Namamu juga,” ucapku. “Senja. Aku sering memperhatikan senja. Lihat cantik, kan?sama seperti kamu.“ aku pun balas memujinya sembari menunjuk kea rah matahari yang hampir terbenam dan menorehkan semburat jingga.

Kurasa sekarang senja tersipu malu. Oh, wajahnya seperti udang rebus. Merona sekali. Tampak menggemaskan.

Dari kejauhan, aku mendengar bos memanggilku untuk segera kesana, menemuinya. “Senja, aku pergi kesana dulu ya. Sepertinya bos memanggilku. Besok masih disini, kan?” pamitku.

Dahi dan alisnya berkerut. “Bos?” ujarnya dengan nada ragu – ragu.


“Hmm, iya dia bosku, aku pelatih diving termuda di Raja Ampat,” jelasku. “Besok kamu masih disini, kan?” aku mengulang pertanyaanku tadi.

“Iya, masih kok.”

“Sampai bertemu besok, Senja.” Kemudian aku pun meleset pergi setelah mengukir senyum kepada senja.

*

Maafkan aku, Senja. Aku tidak bisa datang menghampirimu lagi. Namun disii aku dapat melihat dirimu sedang menikmati senja seorang diri. Mungkinkah kamu menungguku? Kurasa tidak.

Aku tidak bisa ketempatmu karena sekarang ada Bulan. Dia salah satu murid diving-ku. Beginilah hidup. Kadang tak sesuai dengan yang kau inginkan. Kadang tak sejalan dengan apa yang kau rencanakan.

Aku sadar. Aku hanyalah pelatih diving yang gajinya pun tidak seberapa. Sedangkan kamu, Senja, mungkin gadis seusia kamu tidak perlu membanting tulang, cukup menikmati hasil jerih payah orang tua saja.

Maka dari itu, aku membutuhkan Bulan. Dia salah satu pelangganku yang suka membayar lebih jika aku mau menuruti semua perintahnya. Termasuk menggenggam tangannya. Bulan ini aku menjadi kekasih selama liburan. Kekasih sesaat, katanya.

Maafkan aku, Senja. Mungkin kita tidak seperti senja di laut yang saling bersama saat mentari meudarkan cahayanya. Aku hanyalah laut yang tertutup awan kelabu di sore hari. Pertanda senja enggan menghampiri.

Untukmu yang tersimpan di hati. Rindu akan selalu terpatri, Laut. (CindyMuharara
)


Man Upon The Hill


Star And Rabbit merupakan grup musik indi yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Lagunya yang berjudul Man Upon The Hill laku keras di pasar musik Indonesia. Lagu ini terkesan unik, karena liriknya yang tabu dan gagal paham memaknainya. Sekilas lirik lagu ini akan terdengar tidak baik. Padahal sebenarnya lagu ini memiliki makna yang sangat dalam yang tidak semua orang mampu merasakannya.
Bukan hal aneh bila ada yang berfikiran negatif saat mendengarkannya, bahkan Elda – sang vokalis, sering diundang ke acara – acara talkshow untuk membahas lagunya. Star and Rabbit mengungkapkan makna dari lagu Man Upon The Hill bahwa kehidupan manusia selaras dengan alam sekitar. Beginilah lirik dan terjemahan lagu Man Upon The Hill:
Stars and rabbit - Man upon the hill
Hey man upon the hill, up here 
Hey pria yang diatas bukit sana
I used to write you,you
aku tulis ceritamu
You loved the way I watch the sun
Kau menyukai caraku melihat matahari
Through my finger
Melalui jariku
We spent sometimes to the day we met
kita terkadang menghabiskan waktu dihari kita bertemu
Can I fall into your constellation arm?
Dapatkah aku jatuh di susunan lenganmu?
We drove in the wind
Kita melaju dengan angin
Opened the window
Membuka jendela 
Waved to nothing
Terkena semilir angin
Just keep us awake 
Hanya agar kita terjaga
We drove under the heavy rain
Kita melaju di bawah gerimis 
Soaking wet yes 
Ya, basah kuyup
We laughed at it yet
Kita menertawakannya
And tell me more your constellation arm
Dan ceritakan padaku tentang susunan lenganmu
And we dance in the room
Dan kita berdansa di dalam ruangan
Grew our heart a bloom
Hati kita tumbuh bermekaran
I stop right there
Aku berhenti sampai disini
You've found a new home
Kau menemukan rumah barumu
And I should be happy
Dan aku harusnya bahagia
Uhhh
I should be happy
Dan aku harusnya bahagia


Bila dilihat dari artinya, lagu ini berkisah tentang seseorang yang awalnya berbahagia dengan pasangannya dan semua kenangan yang mereka miliki. Namun, pada akhirnya harus berpisah karena telah menemukan rumah baru yang maksudnya orang baru. Ia juga harus ikut bahagia dengan kebahagiaan mereka. Ia harus ikhlas meskipun menyesakkan dada. Apabila dicerna lirik lagu ini dalam-dalam, maka akan mampu merasakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan dalam lagu itu sendiri.

Bercadar Bukanlah Diskriminasi




Ketika ada orang-orang beranggapan bahwa wanita bercadar adalah bentuk diskriminasi atau itu  bentuk ketidakadilan bagi wanita, itu adalah faktor ketidaksukaan terhadap syariat islam. Mereka yang telah memilih untuk bercadar itu adalah keinginan mereka sendiri dan mereka telah nyaman untuk bercadar. Selain untuk menjaga mereka dari pandangan terhadap laki-laki ini juga sangat berguna bagi kesehatan mereka juga, jika pada saat wanita pergi berjalan kaki di perkotaan banyak debu ataupun polusi asap yang di keluarkan oleh kendaraan maka cadar disini dapat berfungsi untuk menyaring udara yang akan masuk ke pernapasan. Indonesia sangat rentan terjadi pelecehan seksual terhadap wanita baik itu di bus umum, angkot, ruang umum dan lain sebagainya. Perempuan harus berhati-hati dan juga harus bisa menjaga diri mereka agar tidak terjadi suatu hal yang dapat merugikannya.
Pada saat ini orang-orang beranggapan salah terhadap wanita bercadar. Ada yang beranggapan bahwa wanita bercadar adalah terrorist ada juga yang beranggapan bahwa sok suci, seperti ninja di Jepang dan masih banyak lagi anggapan-anggapan negative terhadap  para wanita bercadar. Memang ada sebagian orang mengatakan bahwa terjadi pelecehan seksual itu faktor dari lelakinya. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan itu terjadi karena dari korban pelecehan seksual itu sendiri. Pakaian yang terlalu minim dan terbuka ini memicu para lelaki untuk melakukan pelecehan seksual. Banyak terjadi suatu perilaku pelecehan itu berasal dari korbannya. Korban adalah faktor tersangka pelecehan ingin melakukan pelecehan tersebut. kejadian yang terjadi harus di telusuri dari sumber utama terjadinya pelecehan itu. Jika hal itu telah terjadi ini harus menyelidiki dari sumber awal. Tidak semuanya harus tersangka yang menjadi faktor kejahatan itu.
Penduduk Indonesia berdasarkan sumber Bank Dunia jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2017 yaitu 264 juta jiwa. Berapa kali terjadi kejahatan yang terjadi pada tiap harinya? Bisa jadi sangat banyak akan terjadi kejahatan. Dan juga kejahatan yang terjadi rentan terhadap wanita. Oleh sebab itu perlu pembenahan terhadap diri dalam mencegah kejahatan. Ada slogan yang mengatakan bahwa “kejahatan terjadi bukan karena hanya ada niat dari pelakunya tapi karena ada kesempatan”. Penjagaan diri terhadap masing-masing harus di mulai dari sekarang.
Pada saat pimpinan partai One Nation, Pauline Hanson mengenakan burqa dan kemudian saat dimulainya musyawarah itu. Pauline Hanson membuka burqanya, walaupun burqa dan juga cadar hanya berbeda tipis dalam berpakain tetapi tetap pada intinya menutup sebagain dari tubuh yang pada umumnya. Ia menganggap pakaian seperti itu adalah sebuah ancaman bagi negara tersebut dikarenakan sulit untuk mengenali wajahnya. Ketika berpakaian dianggap sebuah ancaman ini adalah sebuah kesalahan besar. Memang ketika maraknya terjadi pengeboman atau istilah terrorist dikaitkan dengan islam dan istri dari pelaku tersebut mengenakan cadar. Tidak berarti orang-orang harus berfikiran negative terhadap perempuan bercadar. Bukan hanya karena kesalahan sebagian orang maka mereka memperlakukan atau berfikiran yang sama dengan mereka. Ketika saya menonton sebuah you tube di chanel Ibaf Fabi yang tujuannya untuk menguji lelaki, apakah mereka mau menolong ke dua wanita untuk mencari tempat yang dituju. Wanita A adalah wanita yang mengenakan pakaian yang seksi dan wanita B adalah wanita yang menggunakan cadar atau pakaian yang tertutup. Pada saat wanita A meminta bantuan ataupun untuk menunjukkan jalan menuju tujuannya, banyak para lelaki untuk menolongnya. Tetapi, ketika wanita B ingin meminta bantuan untuk menuju tempat tujuannya hanya sebagain saja yang menolongnya. Ini menunjukkan bahwa cara berpakaian dapat mempengaruhi seseorang. Ketika wanita B ingin meminta bantuan dan sebagain orang yang membantu, ini pada dasarnya untuk menjaga wanita B itu  bukan berarti wanita A tidak di jaga.
Berpakaianlah sesuai dengan kaidahnya sebagai manusia. Ketika manusia berpakaian yang lebih terbuka dan hanya beberapa lembar atau helai untuk dipakai inilah yang menunjukkan suatu kemunduran. Manusia dan hewan yang membedakannya adalah fikiran, akhlak, tingkah laku dan penampilannya. Jika manusia menganggap cadar, niqab dan hijab adalah sebuah kemunduran dan ketertinggalan itu adalah kesalahan. Manusia menutupi tubuh mereka dengan pakaian dan hewan tidak menutupi tubuh mereka dengan pakaian. Maka jangan menjadi manusia sama seperti hewan.(Abdul Halim)



Harja: Oh oppa!!



Awalnya sih karena nonton drama korea Best Before Flower (BBF) sampai habis makanya jadi tertarik dan suka dengan Korea,” jawab Harja ketika ditanya alasan memilih penampilan ala Korea dalam kehidupan sehari-hari.
Harja Surya Dana, sudah tertarik dengan semua hal yang berkaitan dengan Korea sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dari gaya berpakaian, music, film atau drama, bahkan alat-alat perawatan tubuh lainnya terinspirasi dari Korea.
Harja cukup konsisten dalam mengidentikkan dirinya dengan oppa-oppa Korea, seperti memakai pakaian yang menjadi ikon artis Korea saat pergi ke kampus. Memiliki postur badan yang tinggi, berkulit putih, serta wajah dan gaya rambut yang unik membuatnya menjadi pusat perhatian. Salah satu jenis pakaian yang ia suka ketika pergi ke kampus adalah jenis pakaian over size, yang dapat menutupi badannya yang kurus.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini juga sempat tergabung dengan sebuah komunitas Art Of Dance (AOD). Komunitas yang beranggotakan hampir 20 orang, Harja termasuk member yang cukup memiliki pengaruh besar di komunitasnya. Komunitas ini khusus mempelajari tarian-tarian dari boyband ataupun girlband Korea,
Meski sering menjuari kompetisi dance Korea, Harja mengaku masih sangat risih ketika orang-orang memanggilnya oppa. Dalam bahasa Korea oppa merupakan panggilan untuk kakak laki-laki dari adik perempuannya. Hal ini terjadi tidak hanya ketika ia berada dikampus, namun ditempat-tempat umum lainnya.
Memiliki koleksi album K-POP seperti F(X), SISTAR, dan album lainnya. Harja mengaku semua barang-barang tersebut dia beli menggunakan uang pribadi dari bakat dance bersama komunitasnya. Harja berharap secepatnya dia bisa ke Korea meskipun belum menguasai bahasanya. “Iya kalau ditanya kapan mau ke korea, aku maunya kalau bisa sekarang ya sekarang, tapi harus bisa ngumpulin uang dulu dan banyak-banyak mempelajari Hangul biar paham semua kosakata Korea” kata Harja. (Amita)

Beda Fakultas Beda Style

Disadari atau tidak, tiap fakultas di Universitas Riau memiliki citra yang berbeda. Ini dapat dilihat dari gaya mahasiswanya. Gaya atau yang lazim disebut style biasanya dijadikan sebagai identitas. Tak jarang setiap fakultas memiliki peraturan yang berbeda-beda dalam mengatur penggunaan pakaian mahasiswanya.
Streotip yang berkembang mengenai gaya berpakaian setiap fakultas telah tersebar di kalangan mahasiswa. Perbedaan style yang cukup mencolok terlihat pada mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Anggapan yang beredar adalah anak FT santai dan anak FKIP santun.
Sebenarnya FT tidak memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai cara berpakaian. Sebagian dosen justru tidak mempermasalahkan mahasiswanya hadir dengan mengenakan celana sobek dan kaus berkerah. Ini menjadi alasan mengapa anak teknik diidentikkan dengan gaya santai yang cenderung terkesan tidak rapi.
“Saat memilih baju untuk kuliah, milihnya yang nyaman aja, yaa senyamannya ajalah,ungkap Rivco Hastwoyundra mahasiswa Jurusan Teknik Mesin menanggapi kesan tentang mahasiswa teknik yang beredar.
Berbeda dengan mahasiswa FT, mahasiswa FKIP terbilang memiliki peraturan yang cukup ketat mengenai style di kampus. Cara berpakaian dan penataan rambut diatur oleh fakultas. Dalam berpakaian, mahasiswa FKIP dituntut untuk selalu rapi baik saat mengikuti mata kuliah maupun mengurus administrasi. Fakultas juga mewajibkan mahasiswa  memakai atasan kemeja dan celana bahan. Sedang rambut harus memperlihatkan daun telinga dan disarankan memakai minyak.
“Bagi saya penampilan itu merupakan identitas, Tidak ada seorang guru yang menggunakan celana jeans sobek-sobek dan kaos, jadi ini merupakan latihan bagi kami,” ungkap Yogie Alfajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2015.
Perbedaan style yang ditampilkan dari FT maupun FKIP tidak membuat keduanya tidak sama. Setiap mahasiswa memiliki otoritas masing-masing dalam menentukan gayanya yang dianggap paling nyaman. Yang terpenting adalah tetap menaati peraturan dan mengikuti proses pendidikan dengan baik dan benar. (Asri)

Mukhlis Ibrahim: Si Prestatif yang Tak Suka Main Game



Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak? Kalimat ini menjadi motivasi bagi Mukhlis Ibrahim untuk mampu berkarya. Ia mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba esay di semester dua. Meskipun tidak meraih juara, namun karya pertamanya mendapat penghargaan sebagai esay terbaik.
Mukhlis mengaku semasa SMK tidak pernah mengikuti lomba. Saat itu, dia fokus belajar untuk mendapatkan nilai tertinggi dan menjadi juara umum di SMK Pertanian Kuala Cenamu. Berbeda dengan saat ini, berbagai kegiatan perlombaan baik nasional maupun internasional telah ia ikuti. Hasilnya pun cukup memuaskan. Banyak penghargaan yang berhasil ia bawa pulang.
“Kalah menang itu hal biasa, kalah itu banyak sekali. Teman-teman aja banyak yang gak tahu. Kalau ikut lomba itu ‘kan bersaing dengan teman-teman dari universitas ternama, UI, UGM, ITB, dari sana kita belajar untuk lebih baik,” ungkap mahasiswa Agroteknologi saat diwawancara pada Rabu (20/03).
Waktu main yang kurang akibat sibuk organisasi dan praktikum, tidak menghalanginya aktif mengikuti lomba. Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku cukup selektif dalam memilih lomba. Baginya, lomba yang Ia ikuti harus sesuai bidang keilmuannya. Namun, Ia juga tidak memungkiri bahwa dalam berkarya masih dipengaruhi mood.
Berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, laki-laki kelahiran ini tidak menyukai bermain game. Ia merasa bosan karena bukan kebiasaannya. Justru mendengarkan musik merupakan alternatif hiburan bagi dirinya. Mukhlis juga mengatakan, “Main laptop tiap hari, gak tahu ngapain, entah lihat file, pokoknya tiap hari harus negok laptop.”
Ketua Komunitas Penalaran Riset Fakultas Pertanian Universitas Riau ini berusaha berpikir positif dalam menanggapi komentar negatif tentang dirinya. Bagi Mukhlis yang terpenting menjalani hidup dan tidak melakukan kesalahan kepada orang lain. Ia juga menghargai orang-orang yang berbeda darinya.
“Kita memiliki kebiasaan yang tidak bisa kita hindarkan, kayak perokok kalau disuruh berhenti pasti gak langsung mau, kita yang berprestasi belum tentu berhasil di masa depan. Mana tahu mereka lebih berhasil. Perbedaan itu harus dihormati dan jangan patahkan semangat mereka. Paling kasih nasehat jangan terlalu lama,” jelas Mukhlis menanggapi mahasiswa yang menghabiskan waktunya untuk bermain game.
Kegiatan positif Mukhlis sangat perlu diapresiasi. Apa yang Ia lakukan bukan saja membanggakan dirinya, namun juga turut membesarkan nama almamater. Ini tentu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, terutama laki-laki. (Dea)

PUISI


Dulu, ku telfon sekadar bertanya
“ sehatkah ? “

Kini kauku telfon ‘kankah jawab?
 TIDAK !

Ku hubungi Tuhan

Panggil satu kali,
sibuk
Panggil kedua kali,
sibuk.
Panggil ketiga kali,
diangkat

Lalu
TiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiT

“NOMOR YANG ANDA HUBUNGI SEDANG SIBUK”