Film “surga yang tak
dirindukan 2” merupakan kisah yang diangkat dari novel karangan asma
nadia. Film yang di sutradarai oleh
Hanung Bramantyo. MD pictures tak main-main dalam membuat film ini, rumah produksi
yang dipimpin oleh Manoj Punjabi begitu total dalam menggarap film yang di
sutradarai oleh rekanya ini, selain menghadirkan kisah yang dramatis, MD
Pictures juga menawarkan banyak hal baru dalam film ini. Hanung Bramatyo berhasil
membawa film ini menjadi film unggulan di festival film Indonesia, kategori
pencipta lagu tema terbaik, pengahargaan citra yang diterima oleh melly
goeslow.
Masih di bintangi oleh
pemain lamanya, surga yang tak dirindukan melanjutkan kisah arini (laudya
cintia bella) dan pras (fedy nuril). Dikisahkan setelah kepergian meirose
(raline shah), arini dan pras hidup bahagia dengan putrid semata wayangnya
nadia (sandrina). Karir arini semakin melonjak sebagai penulis, tak hanya di
kenal di Indonesia, nama arini pun juga terkenal di luar negri. Suatu ketika
arini mengajak nadia dan manajernya (nora Danish) untuk memenuhi undangan di
Budapest, hungaria. Siapa sangka dikota itulah kisah percintaan segitiga arini,
pras dan meirose dimulai. Tak sengaja arini bertemu dengan meirose, meirose
yang di temani oleh putranya akbar, nadia anak nya arini senang tak terbendung
karena dapat bertemu kembali dengan akbar.
Perasaan canggung pun
mulai terasa oleh arini dan meirose, bagaimana tidak mereka berdua sempat
menjadi istri tua dan istri muda walaupun akhirnya meirose memilih untuk pergi
dari kehidupan pras dan arini. Setelah memilih pergi meirose pun berhasil move
on dan pindah ke Budapest, hungaria dan menata kembali hidupnya, kini meirose
memiliki seorang kekasih yang bernama Syarif (reza rahadian) yang merupakan
seorang dokter. Meirose pun berniat menceraikan pras, namun niat tersebut
terhalang karena perasaanya yang tidak dapat dibohongi, apalagi arini setuju
kalau meirose hadir di tengah keluarga mereka kembali.
Pada suatu ketika arini
mengajak meirose bermain kerumah nya, dan berkumpulah mereka di rumah arini,
perasaan canggung mulai muncul kembali saat mereka sedang berada di meja makan,
pras hanya terdiam dan kaget melihat kedatangan meirose. Cinta meirose pun
kembali bersemi saat melihat pras (fedy nuril)
Dan akhirnya inilah
moment yang paling memilukan dalam film surga yang tak di rindukan ini, arini
mengidap penyakit kanker stadium akhir, arini sadar bahwa umur nya tak lama
lagi, arini berpesan kepada pras untuk menikahlah kembali dengan meirose demi
anak mereka, namun pras bersikeras untuk tidak menerima permintaan istrnya yang
amat ia sayangi itu. Berkali-kali arini membujuk pras dan meirose untuk bersatu
kembali demi nadia dan demi dia. Dalam film ini Hanung Bramantyo kerap mendapat
komentar bahwa film surga yang tak dirindukan ini ajarkan pria berpoligami.
Film yang dibintangi beberapa pemain berbakat ini dianggapnya sebuah film yang
wajar dan sering terjadi di masyarkat khususnya di Indonesia, dengan tudingan
tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan film ini.
Dalam suatu keadaan
Meirose bimbang karena meirose telah dilamar oleh kekasih nya yaitu dokter
Syarif, pertanyaan pun muncul siapakah pria yang akan dipilih oleh meirose,
Pras atau Dokter syarif? Pertanyaan ini akan di jawab diakhir cerita.
Hari ke hari keadaan Arini
kian memburuk, Arini tetap mengingatkan sang suami untuk menerima permintaan
nya, dengan selang infus dimana-mana, selang oksigen dan suntikan obat yang
selalu masuk ke dalam tubuh arini, Saat hembusan nafas terakhir, Arini bertanya
kembali dengan suara yang sangat lemah dan bertanya untuk terakhir kalinya
dengan meirose, dimana pada saat itu Arini ditemani oleh suaminya yaita pras
dan anak nya nadia, terlihat dari jendela kamar rumah sakit manajer dan
teman nya juga menemani Arini saat
sedang masa kritis. “Apakah kamu mau menggantikan aku sebagai ibu nadia dan
sebagai istri mas pras, aku mohon ini demi aku dan nadia?” begitulah kira-kira pertanyaan
singkat terakhir kali nya yang arini lontarkan, dengan tangan yang digenggam
oleh pras, arini dan meirose, dengan tangisan yang semakin menyeruak, penonton
juga ikut merasakan kepedihan yang dirasakan arini, dimana saat sedang sakit
parah stadium akhir arini masih mampu membagi cintanya (suami dan anak) kepada
orang lain, perempuan mana yang tidak
pilu melihatnya, pada moment inilah emosi penonton dibuat bergejolak, bagaimana
tidak laki-laki yang bernama pras mampu mencuri dua hati perempuan yang sangat
cantik, banyak berita miring mengenai film ini karena mengajarkan pria untuk
berpoligami, tentu saja tidak ada perempuan manapun yang mau di madu.
Akhir cerita meirose
setuju untuk mengurus nadia dan pras, meirose lebih memilih pras dari pada
dokter syarif kekasih yang telah melamarnya itu, Arini meninggal saat sholat
subuh berjamaah di sebuah rumah sakit, dengan selang infuse dan selang oksigen,
dan emosi penonton dibuat bergejolak kembali saat nadia melepas kepergian
ibunya untuk selamanya. Saat moment pernikahan Pras dan Meirose dari kejauahan pras
melihat sesosok perempuan yang sangat cantik di kursi tamu undangan pernikahan,
tak lain dan tak bukan adalah itu bayangan arini istri pras yang turun dari
surga untuk melihat moment bahagia mereka yaitu Pras dan Meirose.
Surga yang tak
dirindukan mampu memberikan tontonan yang patut disaksikan oleh semua kalangan,
meski dibalut drama pilu berkepanjangan, namun film ini mampu memberikan
tontonan yang penuh dengan pesan moral, dan yang pasti filmnya menawarkan
ending yang mengejutkan di akhir cerita. (Rhj)